TELKOM Kandatel Riau Kepulauan (Rikep) kembali mengucurkan kredit UKM menjelang akhir tahun 2009. Tidak tanggung-tanggung, TELKOM kali ini menyalurkan pinjaman lunak sebesar Rp. 1,735 M kepada 105 pengusaha mikro, kecil dan menengah dengan beragam usaha mulai dari usaha industri, usaha perdagangan hingga usaha jasa. Hal ini dikatakan Munir, Asisten Manager PKBL sub area Riau Kepulauan dalam acara pembekalan & penyaluran dana kemitraan Triwulan IV tahun 2009 di Graha TELKOM Sekupang, Rabu (2/12).
Dijelaskan, proses pemilihan 105 mitra binaan TELKOM ini telah disurvey TELKOM secara selektif dengan mempertimbangkan aspek komunitas, kelayakan usaha, tenaga kerja, agunan atau jaminan dan kemampuan pengembalian piutang. “Kami sebagai pengelola berusaha untuk jujur, amanah dan professional,” imbuh Munir.
Rincian 105 mitra tersebut, diungkapkan Munir yakni 7 mitra binaan di bidang usaha industri sebesar Rp 97 juta, 86 mitra usaha perdagangan sebesar Rp 1, 403 Milyar, 1 mitra binaan usaha perikanan sebesar Rp. 10 juta, dan Rp. 225 juta untuk 11 mitra binaan TELKOM di bidang usaha jasa. Total untuk tahun 2009, TELKOM telah menggulirkan dana kemitraan ini sebanyak Rp 6,520 M kepada 383 mitra Binaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan UKM Pemkot Batam Febrialin SE yang hadir dalam penyaluran kredit UKM TELKOM ini mengatakan, dana yang dikucurkan TELKOM ini bukanlah bantuan tetapi pinjaman. Oleh karena ia berharap dan mengajak kepada seluruh pelaku usaha yang menjadi mitra binaan TELKOM agar dapat memanfaatkan dana pinjaman TELKOM ini untuk mengembangkan usahanya sesuai niat awal mengajukan pinjaman. “Jangan sekali-sekali menggunakan dana pinjaman ini untuk kebutuhan konsumtif,” tegas Febrialin.
Febrialin berterimakasih kepada PT TELKOM khususnya yang mengelola bidang kemitraan ini karena telah konsisten menyalurkan dana pinjaman sebagai bentuk tanggung jawab sosial Perusahaan yang dikenal dengan Good Corporate Citizenship dan Corporate Sosial Responsibility sejak tahun 2002 hingga 2009 ini serta ikut juga membina para pelaku UKM di Batam baik dalam bentuk pelatihan maupun menyertakannya dalam pameran atau expo. Bahkan, ia juga memberikan apresiasi atas rendahnya prosentase kredit macet yang hanya mencapai 0,54% sampai dengan triwulan ke-3 tahun 2009. Prosentase total kredit macet UKM mulai tahun 2002 sampai 2009 sekitar 6,66% turut menjadi sorotan Febrialin. Selayaknya, pengelolaan kredit UKM yang dilakukan PT TELKOM patut menjadi contoh bagi Pemko Batam sendiri maupun BUMN lainnya, paparnya lebih lanjut.
Dalam kesempatan itu, Febrialin yang didampingi Khairul Fahmi POH GM Kandatel Riau Kepulauan dan Kyai Haji Didi Suryadi, penceramah yang memberikan siraman rohani kepada para mitra binaan TELKOM, menyerahkan secara simbolis penyaluran kredit Triwulan IV tahun 2009 kepada 4 mitra binaan TELKOM terpilih yakni Fulyati yang membuka usaha warung sembako dan catering sebesar Rp. 14 juta, Suharman (usaha warung sembako sebesar Rp. 20 juta), Bahara Tampubolon (usaha service elektronik sebesar Rp. 25 juta) dan Desmawati (usaha jual bumbu masakan sebesar Rp. 30 juta).
Selain di daerah Riau Kepulauan, penyaluran kredit UKM ini juga dilakukan hampir bersamaan di berbagai kota di Indonesia terhadap mitra binaan yang lolos seleksi. PT TELKOM tidak hanya mengemban misi bisnis untuk meraup keuntungan di bidang jasa telekomunikasi. Sebagai satu-satu operator telekomunikasi yang masih Merah Putih, PT TELKOM juga mengemban misi yang berkaitan dengan perekonomian dan fungsi-fungsi sosial dengan membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan kredit lunak sesuai kebijakan perusahan yang memiliki komitmen untuk senantiasa menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan di wilayah usahanya. (imansusilo)